Kamis, 24 November 2016

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR

MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR


INTERAKSI SOSIAL MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

DISUSUN OLEH:
DITA RUTH NOVILIA
58416077
1IA16




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh TUHAN YANG  MAHA ESA sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia  memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang  selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
       Kita tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu karena kita adalah makhluk  sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai.  Sering kita lihat dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu dan  menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi. Makhluk individu dan makhluk sosial sangat  berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar  kita
Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang lain dalam rangka  memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Bahkan, secara ekterm manusia akan mempunyai  arti jika ada manusia yang lain tempat ia berinteraksi. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling  mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu dan individu. Individu dan  kelompok. Kelompok dan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi  Sosial. Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat  secara langsung maupun tidak langsung
 B. Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan makalah sebagai berikut:
 1. Apa alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial?
 2. Bagaimana manusia mengembangkan diri nya sebagai makhluk sosial?
 3. Apa pengertian dari Interaksi sosial ?
 4.  Bagaimana Situasi Interaksi Sosial?
 5.  Bagaimana Syarat terjadinya interaksi sosial ?
 6. Seperti apakah  tindakan sosial di masyarakat?
 C. Tujuan Makalah
 Berdasarkan permasalahan dalam penelitian ini, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah :
·         Mengetahui bagaimana situasi sosial pada interaksi sosial.
·         Mengetahui apa pengertian interaksi sosial
·         Mengetahui bagaimana syarat terjadinya interaksi sosial.
·         Memahami bagaimana tindakan sosial manusia di masyarakat.
·         Memahami arti manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
 A.    Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial 
       Secara kodrat, manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu,  manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu  bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Tanpa bantuan manusia  lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak.
      Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan  bisa mengembangkan seluruh potensinya kemanusiaannya. Seseorang memiliki sikap sosial apabila ia  memperhatikan atau berbuat baik terhadap orang lain.
      Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap sosial merupakan beberapa tindakan menuju kebaikan  terhadap sesamanya. Selain itu, Manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial karena pada diri manusia ada  dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan mencari kawan. Kebutuhan untuk  berteman dengan orang lain, sering kali didasarkan kepentingan dan persamaan ciri.
 Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial dengan beberapa alasan, yaitu:
 ·   Ada dorongan untuk berinteraksi.
 ·   Manusia tunduk pada aturan norma sosial.
 ·   Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.
 ·   Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia.
Pengertian Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat  mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia menjalankan peranannya dengan  menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya.
 Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial. Esensi manusia sebagai  makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan  bersama, serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial menurut para Ahli:
 ·   Menurut KBBI :
 Makhluk social adalah manusia yang berhubungan timbal balik dengan manusia lain.
 ·   Menurut Elly M. Setiadi :
 Makhluk social adalah makhluk yang didalam hidupnya tidak bias melepaskan diri dari pengaruh orang lain.
 ·   Menurut Dr. Johannes Garang :
 Makhluk social adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
 ·   Menurut Aristoteles :
 Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan  berinteraksi satu sama lain
 ·   Menurut Liturgis :
 Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri  dari hidup bersama.
 B.  Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk  bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan  dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi.
Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga  masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung  konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah  perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi  antarindividu.
Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini  dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan  kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin  dibuat sendiri.
Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin  diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan  pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional  tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu  tatanan kehidupan bermasyarakat.
Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik.  Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan,  "Manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan  menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian  terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi  pembentukan pribadi seseorang.
Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi  memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani. 
 C. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain, individu satu dapat  mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat adanya hubungan yang saling timbal balik.  Hubungan tersebut dapat antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan  kelompok.
Di dalam interaksi sosial ada kemungkinan individu dapat menyesuaikan dengan yang lain, atau sebaliknya.  Pengertian penyesuaian di sini dalam arti yang luas, yaitu bahwa individu dapat meleburkan diri dengan keadaan  di sekitarnya, atau sebaliknya individu dapat mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan dalam diri individu,  sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu yang bersangkutan. 
 D. SITUASI SOSIAL
Situasi sosial adalah tiap-tiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang l lain. Menurut analisis dan uraian M. Sherif (13), seorang ahli ilmu jiwa yang hidup di Amerika Serikat, situasi-si ituasi sosial itu dapat dibagi-bagi ke dalam dua golongan utama, yaitu:
 1.      Togrthersness(situasi kebersamaan)
 2.      Group Situation(situasi kelompok sosial)
 1.   Situasi Kebersamaan
 Situasi kebersamaan itu merupakan situasi dimana berkumpul sejumlah orang yang sebelumnya tidak kenal  mengenal dan interaksi sosial yang lalu terdapat antara mereka itu tidak mendalam. Contoh : orang yang  berkumpul dalam sebuah toko besar atau pasar merupakan suatu situasi sosial yang harus disebut situasi  kebersamaan.
 2.    Situasi Kelompok Sosial
 Situasi ini merupakan situasi didalam kelompok dimana kelompok sosial tempat orang-orangnya berinteraksi  itu merupakan suatu keseluruhan.
 Contoh : suatu kelas di sekolah (mempunyai tujuan atau misi yang sama)
 E.     SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
 1.      Kontak Sosial
 Merupakan awal dari terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling berinteraksi meskipun tidak  saling bersentuhan secara fisik. Jadi kontak tidak harus selalu berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari  dikenal beberapa macam kontak sosial yaitu :
 a. Menurut cara yang dilakukan
 Kontak langsung dan kontak tidak langsung.
 b.      Menurut proses terjadinya/tingkat hubungannya
 Kontak primer dan kontak sekunder.
 c.       Menurut sifat
 Kontak positif dan kontak negatif.
 2.      Komunikasi
 Merupakan pengiriman pesan dan penerimaan pesan dengan maksud untuk dapat dipahami. Proses  komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung. 
 3.      Tindakan Sosial
 Adalah tindakan yang mempengaruhi individu yang mempengaruhi individu lain dalam masyarakat dan  merupakan tindakan bermakna yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan orang  lain.
 F. Tindakan Sosial
 F1. Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan atau aksi berarti pmbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara sosiologis, tindakan artinya seluruh  perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang  mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.
Didalam sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh Max Weber (1864-1920) seorang ahli  sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial dimulai dari tindakan individu atau perilaku individu dengan perilaku  orang lain, yang diorientasikan pada hasil tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami secara subjektif,  maksudnya setiap tindakan sosial yang dilakukan seseorang akan memiliki maksud atau makna tertentu.
Jadi tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila tindakan tersebut dihubungkan dengan orang lain.  Tindakan sosial yang dimulai dari tindakan indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
 F2. Ciri-cici Tindakan Sosial
 Bentuk tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial, maka terdapat lima ciri  pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
 1. Tindakan manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini meliputi tindakan nyata.
 2. Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
 3. Tindakan yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut akan diulang.
 4. Tindakan itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
 5. Tindakan itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau individu yang dituju.
 F3. Faktor Pendorong Melakukan Tindakan Sosial
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa manusia lain, sbab secara biologis manusia  adalah makhluk yang palin lemah. Sejak dilahirkan ke dunia, manusia mempunyai dua hasyat atau keinginan  pokok, yaiyu keinginan pokok, yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekitarnya  (masyaraakat) dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam di skitarnya.
Untuk memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan akalnya (pikiran, perasaan, dan  kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya dalam menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan  alam yang tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan, manusia menghimpun diri dan  mengelompokan dirinya dengan manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
 F4.Bentuk-bentuk Tindakan Sosial
Pada dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun makhluk sosial terdiri dari dua tindakan  pokok yaitu tindakan lahiriah dan tindakan batiniah, sbagai berikut:
 1.Tindakan lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan cendeung ditiru secara  berulang-ulang oleh banyak orang. 
 2.Tindaka batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang dingkapkan dalam sikap dan  bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti oleh banyak orang.
Di dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa pola tindakan bathiniah yang terdiri dari  bantuk-bentuk sebagai berikut:
 1.prasangka (prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu penomana tanpa di tunjang dengan  bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
 2. sikap sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan bathiniah terhadap fenomena atua  gejala yang mempunyai arti sosial.
 3. pendapat umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat yang berpola dan dibentuk dari  beberapa golongan atau kelompok.
 4. propagan, adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara mempengaruhu massa atau publik  agar mau untuk menerima pola fikiran tertentu.
 F5. Bentuk Tindakan Sosial
1. Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang  mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah  tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan  sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
 1. Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara  dan tujuan.
 Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
 2. Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam  masyarakat.
 Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis .
 3.  Tindakan Tradisional ; Tindakan  yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional.
 Contoh : Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .
 4. Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok orang berdasarkan  perasaan emosi
BAB III
PENUTUP
 A.    Kesimpulan
 Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain,  manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi  kemanusiaannya. Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, sebagai  manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin sendirian. Sehingga  penting sekali menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteraksi antar individu dengan individu lain,  antar individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan  dalam kehidupan masyarakat
 B.     Refrensi
 (Judul asli: Kumpulan makalah, “Interaksi Sosial”) dalam Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) .  Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek
 Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial Budaya. Bandung: UPI PRESS
 Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS
 Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai
 Dr. Duddy Mulyawan’s Site
(Judul asli: “Makalah Interaksi Sosial” Nurul Ramadhani) dalam Effendi, Ridwan dan Elly Malihah (2007) pendidikan lingkungan sosial budaya dan tehnologi, Bandung Yasindo Multi Aspek
Kuswanto dan bambang siswanto (2003) sosiologi, solo tiga serangkai
Drs. Bimo walgito (1998) psikologi sosial (suatu pengantar) yogyakarta, andi offset

(Judul asli:”Makalah Manusia Sebagai Makhluk Sosial” Eka Sari Octaviani) dalam: http://arifwibowo158.blogspot.com/2011/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar