MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
INTERAKSI
SOSIAL MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
DISUSUN
OLEH:
DITA
RUTH NOVILIA
58416077
1IA16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia
adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh TUHAN
YANG MAHA ESA sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di
dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.
Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan
dengan manusia lain.
Kita
tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu
karena kita adalah makhluk sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain tidak
akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai. Sering kita lihat
dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu
dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi.
Makhluk individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat dalam kehidupan
sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar kita
Manusia
senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang
lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Bahkan,
secara ekterm manusia akan mempunyai arti jika ada manusia yang lain tempat ia
berinteraksi. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu dan
individu. Individu dan kelompok. Kelompok dan kelompok. Interaksi sosial
memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial. Kontak sosial
dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial
dapat secara langsung maupun tidak langsung
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan makalah sebagai
berikut:
1. Apa
alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial?
2. Bagaimana
manusia mengembangkan diri nya sebagai makhluk sosial?
3.
Apa pengertian dari Interaksi sosial ?
4.
Bagaimana Situasi Interaksi Sosial?
5.
Bagaimana Syarat terjadinya interaksi sosial ?
6.
Seperti apakah tindakan sosial di masyarakat?
C. Tujuan Makalah
Berdasarkan
permasalahan dalam penelitian ini, maka tujuan yang ingin dicapai melalui
penelitian ini adalah :
·
Mengetahui bagaimana situasi sosial pada
interaksi sosial.
·
Mengetahui apa pengertian interaksi
sosial
·
Mengetahui bagaimana syarat terjadinya
interaksi sosial.
·
Memahami bagaimana tindakan sosial
manusia di masyarakat.
·
Memahami arti manusia sebagai makhluk
sosial dalam kehidupan sehari-hari.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Secara kodrat, manusia merupakan makhluk
monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan
sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan
tegak.
Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa
berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensinya
kemanusiaannya. Seseorang memiliki sikap sosial apabila ia memperhatikan atau
berbuat baik terhadap orang lain.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap sosial merupakan beberapa tindakan
menuju kebaikan terhadap sesamanya. Selain itu, Manusia dikatakan sebagai
mahkluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan untuk berinteraksi dengan
orang lain. Manusia memiliki kebutuhan mencari kawan. Kebutuhan untuk berteman
dengan orang lain, sering kali didasarkan kepentingan dan persamaan ciri.
Dapat
disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial dengan beberapa alasan,
yaitu:
·
Ada dorongan untuk berinteraksi.
·
Manusia tunduk pada aturan norma sosial.
·
Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu sama lain.
·
Potensi manusia akan benar-benar berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah
manusia.
Pengertian
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak
dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.Karena manusia menjalankan
peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan
perasaanya.
Manusia
tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia
tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana
tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Pengertian
Manusia Sebagai Makhluk Sosial menurut para Ahli:
·
Menurut KBBI :
Makhluk
social adalah manusia yang berhubungan timbal balik dengan manusia lain.
·
Menurut Elly M. Setiadi :
Makhluk
social adalah makhluk yang didalam hidupnya tidak bias melepaskan diri dari
pengaruh orang lain.
·
Menurut Dr. Johannes Garang :
Makhluk
social adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri.
·
Menurut Aristoteles :
Makhluk
sosial merupakan zoon politicon, yang berarti menusia dikodratkan untuk hidup
bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
·
Menurut Liturgis :
Makhluk
sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak
dapat melepaskan diri dari hidup bersama.
B. Pengembangan
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Di
dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki
keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu
kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini
menunjukkan kondisi yang interdependensi.
Di
dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu
kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan
antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial
baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang
diakibatkan oleh interaksi antarindividu.
Tiap-tiap
pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam
rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini
manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.
Tidak
hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan
emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan
emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang,
harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi
dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.
Dalam
berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat
menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang
khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, "Manusia hanya
dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik
maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah
terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal
tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.
Dengan
demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup
bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam
memenuhi kebutuhan rohani.
C. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi
sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu yang lain, individu
satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, jadi terdapat
adanya hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat antara
individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
Di
dalam interaksi sosial ada kemungkinan individu dapat menyesuaikan dengan yang
lain, atau sebaliknya. Pengertian penyesuaian di sini dalam arti yang luas,
yaitu bahwa individu dapat meleburkan diri dengan keadaan di sekitarnya, atau
sebaliknya individu dapat mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan dalam diri
individu, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh individu yang bersangkutan.
D. SITUASI
SOSIAL
Situasi
sosial adalah tiap-tiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia
yang satu dengan yang l lain. Menurut analisis dan uraian M. Sherif (13), seorang
ahli ilmu jiwa yang hidup di Amerika Serikat, situasi-si ituasi sosial itu dapat
dibagi-bagi ke dalam dua golongan utama, yaitu:
1. Togrthersness(situasi
kebersamaan)
2. Group
Situation(situasi kelompok sosial)
1. Situasi
Kebersamaan
Situasi
kebersamaan itu merupakan situasi dimana berkumpul sejumlah orang yang
sebelumnya tidak kenal mengenal dan interaksi sosial yang lalu terdapat antara
mereka itu tidak mendalam. Contoh : orang yang berkumpul dalam sebuah toko
besar atau pasar merupakan suatu situasi sosial yang harus disebut situasi kebersamaan.
2. Situasi
Kelompok Sosial
Situasi
ini merupakan situasi didalam kelompok dimana kelompok sosial tempat
orang-orangnya berinteraksi itu merupakan suatu keseluruhan.
Contoh
: suatu kelas di sekolah (mempunyai tujuan atau misi yang sama)
E. SYARAT
TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
1. Kontak
Sosial
Merupakan
awal dari terjadinya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling
berinteraksi meskipun tidak saling bersentuhan secara fisik. Jadi kontak tidak
harus selalu berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal beberapa macam
kontak sosial yaitu :
a. Menurut
cara yang dilakukan
Kontak
langsung dan kontak tidak langsung.
b. Menurut
proses terjadinya/tingkat hubungannya
Kontak
primer dan kontak sekunder.
c. Menurut
sifat
Kontak
positif dan kontak negatif.
2. Komunikasi
Merupakan
pengiriman pesan dan penerimaan pesan dengan maksud untuk dapat dipahami.
Proses komunikasi terjadi pada saat kontak sosial berlangsung.
3. Tindakan
Sosial
Adalah
tindakan yang mempengaruhi individu yang mempengaruhi individu lain dalam
masyarakat dan merupakan tindakan bermakna yaitu tindakan yang dilakukan dengan
mempertimbangkan keberadaan orang lain.
F.
Tindakan Sosial
F1.
Pengertian Tindakan Sosial
Tindakan
atau aksi berarti pmbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara sosiologis,
tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar atau
tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang mempunyai makna subyektif
bagi pelakunya.
Didalam
sosiologi, tindakan sosoial banyak dikemukakan oleh Max Weber (1864-1920)
seorang ahli sosiologi Jerman, dimana tindakan sosial dimulai dari tindakan
individu atau perilaku individu dengan perilaku orang lain, yang diorientasikan
pada hasil tindakan tersebut, sehingga dapat dipahami secara subjektif, maksudnya
setiap tindakan sosial yang dilakukan seseorang akan memiliki maksud atau makna
tertentu.
Jadi
tindakan sosial pada diri orang baru terjadi apabila tindakan tersebut
dihubungkan dengan orang lain. Tindakan sosial yang dimulai dari tindakan
indiidu-individu memiliki keunikan atau ciri tersendiri.
F2.
Ciri-cici Tindakan Sosial
Bentuk
tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial, maka
terdapat lima ciri pokok yang menjadi sasaran sosiologi, yaitu:
1. Tindakan
manusia yang menurut si aktor mengandung makna subyektif, hal ini meliputi
tindakan nyata.
2.
Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
3. Tindakan
yang berpengaruh positif dari suatu situasi, maka tindakan tersebut akan
diulang.
4. Tindakan
itu diarahkan pada seseorang atau pada individu.
5. Tindakan
itu memperhatikan tindakan individu lain dan terarah pada orang atau individu
yang dituju.
F3.
Faktor Pendorong Melakukan Tindakan Sosial
Manusia
merupakan makhluk yang tidak akan bisa hidup tanpa manusia lain, sbab secara
biologis manusia adalah makhluk yang palin lemah. Sejak dilahirkan ke dunia,
manusia mempunyai dua hasyat atau keinginan pokok, yaiyu keinginan pokok, yaitu
keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekitarnya (masyaraakat)
dan keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam di skitarnya.
Untuk
memperoleh kedua hasrat tersebut, manusia menggunakan akalnya (pikiran,
perasaan, dan kehendak). Menyadari kelemahan dan kekurangannya dalam
menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan alam yang tidak mungkin dilakukan
secara sendiri-sendiri atau perorangan, manusia menghimpun diri dan mengelompokan dirinya dengan manusia lain yang kemudian disebut masyarakat.
F4.Bentuk-bentuk
Tindakan Sosial
Pada
dasarnya tindakan manusia, baik sebagai individu maupun makhluk sosial terdiri
dari dua tindakan pokok yaitu tindakan lahiriah dan tindakan batiniah, sbagai
berikut:
1.Tindakan
lahiriah adalah tata cara bertindak yang tampak atau dapat dilihat dan cendeung
ditiru secara berulang-ulang oleh banyak orang.
2.Tindaka
batiniah adalah cara berfikir, berperasaa, dan berkehendak yang dingkapkan
dalam sikap dan bertindak, dilakukan berulang kali dan di ikuti oleh banyak
orang.
Di
dalam kehidupan masyarakat, kita dapat mengenali beberapa pola tindakan
bathiniah yang terdiri dari bantuk-bentuk sebagai berikut:
1.prasangka
(prejudice), adalah anggapan atau penilaian terhadap suatu penomana tanpa di
tunjang dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. sikap
sosial (social attitude), adalah suatu bentuk pola perilaku lahiriah dan
bathiniah terhadap fenomena atua gejala yang mempunyai arti sosial.
3. pendapat
umum (publik opinion), adalah suatu komposisi pikiran masyarakat yang berpola
dan dibentuk dari beberapa golongan atau kelompok.
4. propagan,
adalah suatu makanisme kegiatan yang dilakukan denga cara mempengaruhu massa
atau publik agar mau untuk menerima pola fikiran tertentu.
F5.
Bentuk Tindakan Sosial
1.
Tindakan Sosial
Tidak
semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang
pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Menurut
MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat
mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial
dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
1. Tindakan
Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan
kesesuaian antara cara dan tujuan.
Contoh
: Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
2.
Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan
dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat.
Contoh
: Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis .
3.
Tindakan Tradisional ; Tindakan
yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional.
Contoh
: Berbagai macam upacara tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan
leluhur .
4.
Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang kelompok
orang berdasarkan perasaan emosi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tanpa
bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak.
Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi
atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Dalam
kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, sebagai manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin
sendirian. Sehingga penting sekali menjadi warga masyarakat yang baik dengan
berinteraksi antar individu dengan individu lain, antar individu dengan
kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat
B.
Refrensi
(Judul
asli: Kumpulan makalah, “Interaksi Sosial”) dalam Effendi, Ridwan dan
Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi.
Bandung : Yasindo Multi Aspek
Hermawan,
Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial Budaya. Bandung: UPI
PRESS
Hermawan,
Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS
Kuswanto
dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai
Dr.
Duddy Mulyawan’s Site
(Judul asli: “Makalah Interaksi Sosial” Nurul Ramadhani)
dalam Effendi, Ridwan dan Elly Malihah (2007) pendidikan lingkungan sosial
budaya dan tehnologi, Bandung Yasindo Multi Aspek
Kuswanto dan
bambang siswanto (2003) sosiologi, solo tiga serangkai
Drs. Bimo
walgito (1998) psikologi sosial (suatu pengantar) yogyakarta, andi offset
(Judul asli:”Makalah Manusia Sebagai Makhluk Sosial”
Eka Sari Octaviani) dalam: http://arifwibowo158.blogspot.com/2011/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html
